Sunday, December 18, 2011

Livia dan Sahabat-sahabatnya


Di desa yang indah, nyaman dan tentram terdapat sekelompok anak yang berseragam putih biru yang sedang bersiap-siap berangkat sekolah. Anak-anak tadi bernama Livia, Dimas, Dewa, Anita dan Andre, mereka satu desa, jadi mereka berangkat bersama. Mereka semua kelas 3 SMP tapi mereka beda kelas. Andre, Livia dan Dimas satu kelas, mereka kelas IX-A, sedangkan dewa dan anita di kelas IX-C. Mereka sangat aktif dalam belajar di kelas dan tergolong siswa yang pandai di setiap kelasnya. Livia memiliki satu teman tapi beda desa namanya Indry, yang membuat mereka dekat karena mereka satu bangku, tapi itu semua tidak mengurangi persahabatan dan kekompakan mereka berlima. Mereka itu sangat kompak dalam segala hal, kalau ada temanya yang kesusahan mereka selesaikan bersama sampai tuntas.
Waktu terus berjalan dan tidak terasa mereka akan melaksanakan ujian Nasional (UAN). Di dalam masa-masa terakhir mereka bersama di SMP tercinta mereka tambah kompak dalam segala hal terutama dalam hal belajar, jika ada temannya yang kurang paham, satu diantara mereka yang sudah paham mengajarkan dengan penuh ketelatenan sampai teman tersebut paham dan mengerti. Kalau ada waktu luang mereka buat untuk belajar kelompok.
Ujian Naional kurang dua hari lagi, mereka takut untuk menjalankan Ujian Nasional tapi mereka positif bias mengerjakan soal-soal Ujian Nasional karena mereka yakin, mereka mampu untuk mengerjakan soal-soal tersebut. Tibalah hari yang mereka tunggu-tunggu karena hari tersebut yang menentukan mereka bias melanjutkan ke jenjang SMA atau tidak. Satu hari sudah terlewati begitu pula hari-hari selanjutnya. Mereka sangat lega dan senang karena ujian nasional yang membuat bingung siswa kelas tiga itu sudah terlewati.
Pagi harinya mereka berkumpul dirumahnya Livia karena hari itu libur. Mereka bersenda gurau sambil menonton TV di ruang tengah. Livia membawakan cemilan buat teman-temannya. Teman-temannya bersorak “hore.” Livia dirumah sendirian soalnya kedua orang tua Livia berangkat tadi pagi ke luar kota. Oleh karena itu mereka berkumpul dirumahnya Livia. Livia dirumah bersama nenek dan adik tersayangnya yang bernama Viana.
Hari terus berjalan tibalah hari yang mereka tunggu-tunggu dimana hari itu adalah hari pengumuman kelulusan bagi siswa anak kelas tiga. Livia dan teman-temannya berangkat pagi-pagi sekali karena sudah tidak sabar untuk melihat hasil ujian mereka. Setiba di sekolah mereka sangat deg-degkan, mereka takut kalau hasilnya tidak sesuai dengan keinginan. Semua siswa kelas tiga dikumpulkan di tengah-tengah lapangan. Kemudian ada sebagian guru yang memberi pengumuman. Hasil ujian nasional dibacakan dengan keras oleh Kepala Sekolah secara satu persatu dan bergantian dengan guru lainnya. Nama Andre, Livia dan Dimas sudah dibacakan dan hasilnya sangat memuaskan dan tinggal menunggu Anita dan Dewa tapi tidak lama kemudian nama-nama mereka dipanggil, mereka juga sangat puas.
Selesai pengumuman mereka sangat senang dan puas dengan hasil yang mereka peroleh. Sebelum pulang sekolah mereka berlima mampir ke kantin sekolah untuk merayakan kebahagian mereka. Sesampai dirunah livia menceritakan kepada orang tuanya dan orang tuanya puas dengan hasil yang diperoleh anaknya, begitu juga dengan keempat temannya juga menceritakan kepada orang tuanya masing-masing, mereka juga puas dengan hasil yang diperoleh anaknya.
Persiapan tinggal 1 hari lagi semua siswa kelas tiga berkumpul di sekolahan untuk gladi bersih begitu juga Livia dan temannya-temannya yang mempersiapkan keperluan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk besok pagi.
Keesokan harinya Livia dibangunkan jam 03.30 oleh ibunya. Livia mempersiapkan apa saja yang harus digunakan nanti, tak lama kemudian livia mendengar adzan shubuh. Livia bergegas mengambil air wudhu dan segera sholat shubuh berjama’ah dengan kedua orang tuanya. Selesainya sholat shubuh Livia mandi lalu mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah, tapi sebelum berangkat sekolah, Livia arapan pagi dengan ayah dan ibunya dan tak lupa Livia mengingatkan ayah dan ibunya untuk datang ke sekolah. Andre dan teman-temannya memanggil Livia untuk berangkat. Livia bersalaman dengan ayah dan ibunya lalu berangkat bersama teman-temanya.
Sampai di sekolah Livia dan Anita dipanggil guru untuk berdandan dan berganti pakaian sedangkan Andre, Dimas dan Dewa pergi ke tempat tata rias untuk cowok. Jam 07.30 tepat mereka semua sudah selesai berdandan, Livia dan Anita sangat cantik begitu pula dengan Andre, Dimas dan Dewa juga keliatan tampan dan gagah.
Jam 08.00 semua wali siswa sudah dating dan mengisi kursi-kursi yang sudah disediakan oleh panitia. Acara dimuali dan para wisudawan dan wisudawati dipersilahkan untuk duduk di tempat yang sudah disediakan khusus untuk para wisudawan dan wisudawati. Setelah lama waktu berjalan tibalah pengumuman peringkat ujian nasional. Livia dan Andre terletak pada urutan kedua dan ketiga, jadi mereka masuk tiga besar. Sedangkan Dewa mendapat urutan kelima, Anita ketujuh dan Dimas kedelapan, jadi mereka masuk sepuluh besar dari 300 siswa. Siswa yang mendapat peringkat sepuluh besar dipersilahkan untuk maju di atas panggung beserta wali dari masing-masing siswa tersebut. Semua nama yang dipanggil maju dengan walinya sendiri-sendiri dengan hati senang dan bahagia. Setelah pembagian penghargaan tinggalah acara penutup yang diisi oleh do’a. setelah do’a mereka diperkenankan untu pulang dan meninggalkan tempat acara. Livia pulang bersama kedua orang tuanya begitu juga Anita, Andre, Dimas dan Dewa, mereka juga pulang bersama orang tua mereka masing-masing.
Sesampai di rumah Livia menanyakan kepada ayah dan ibunya untuk melanjutkan sekolah kemana dan mereka memberi kebebasan untuk Livia sekolah dimana, tapi mereka menyarankan untuk sekolah yang bagus kualitas agama maupun akademiknya.
Sebelum ajaran baru Livia dan teman-temannya sepakat untuk sekolah di sekolah favorit di daerah mereka dan untungnya mereka semua diterima di sekolah tersebut. Setelah ajaran baru Livia dan teman-temannya menjalankan MOS (Masa Orientasi Siswa) yang diadakan setiap tahun di sekolah tersebut guna untuk melatih kedisiplinan dan keberanian untuk masing-masing anak.
Hari-hari Livia sangat berbahagia bersama sahabat-sahabat yang sudah terjalin dari SD itu mereka sangat bahagia dan senang karena sudah mendapatkan sahabat sejati yang mau berbagi disaat senang maupun sedih selalu menyemangati satu sama lain memberi motivasi guna untuk kebaikan bersama. Di masa-masa MOS Liria dikerjain sama kakak-kakak yang menjadi pembimbing dikelasnya karena dihari itu Livia ulang tahun yang ke -15. Livia disuruh meminta tandan tangan kepada kakak-kakak Pembina tapi sebelum meminta tandan tangan harus menyanyi dan berjoget seheboh-hebohnya. Ada satu nama yang belum mendapat tanda tangan dan itu kak Ardy, kak Ardy adalah ketua panitia sekaligus ketua Osis di sekolah tersebut. Dan untuk mendapat tanda tangan kak Ardy itu susah  sekali karena kak Ardy sangat sibuk. Akhirnya Livia bias menemukan kak Ardy tapi Livia butuh perjuangan yang sangat besar untuk mendapat tanda tangan kak ardy dan untungnya kak Ardy mau menandatangani buku yang dipegang Livia.
Pada malam harinya dan sekaligus hari terakhir anak baru mendapat MOS, mereka sangat senang karena besok sudah tidak ada yang mengerjain mereka dengan masalah yang belum tentu benar dan belum tentu dilakukan. Jam 07.30 WIB setelah sholat isya’ acara dimulai, semua anak baru dan panitia disuruh berkumpul ditengah-tengah lapang dan melingkar di tengag lapangan. Ada beberapa orang yang berlari dan melingkari kayu-kayu yang berada di tengah lapangan sambil membawa obor untuk menyalakan api unggun. Satu persatu dari mereka melempar obor yang dibawanya dan akhirnya api itu menyala dengan terang dan indah. Mereka menyanyi-nyanyi dan ada juga yang membawa gitar dan piano. Diakhir acara Livia dipanggil untuk berdiri di tengah lapangan. Ada suara yang keras dari arah selatan ternyata itu suara kak Ardy. Kak Ardy memberi tahu kalau Livia hari ini ulang tahun dan Livia tidak menyangka kalau kak Ardy juga ulang tahun di hari yang sama dengan Livia, semua teman-teman yang berkumpul di lapangan menyoraki mereka. Kak Ardi meminta tolong untuk semua teman-teman agar menyanyikan lagu selamat ulang tahun kepada mereka. Dari arah belakang ada kak Novi yang membawakan kue ulang tahun untuk mereka berdua. Setelah menyanyikan lagu selamat ulang tahun kak Ardy dan Livia sangat senang sekali, kak Ardy memberi selamat kepada Livia begitu juga Livia juga memberi ucapan selamat kepada kak Ardy. Acara tadi sudah selesai dan mereka kembali ke tendanya masing-masing dan keesokan harinya mereka pulang ke rumahnya sendiri-sendiri.
Acara MOS adalah awal kebahagiaan yang diperoleh mereka untuk awal mereka masuk di Sekolah favorit tersebut. Hari-hari Livia dan sahabat-sahabatnya sangat menyenangkan dan Livia sangat senang karena mendapat sahabat sebaik mereka. Persahabatan itu berlanjut sampai kapanpun selamanya.

0 comments:

Post a Comment