Friday, December 16, 2011

KEJUTAN TERAKHIR ZANZA

CERPEN ANAK SANTRI............
Muhammad azka umar itulah namaku, aku dipanggil azka. Aku kini menjadi seorang pengganti abiku sekaligus menjadi anak laki-laki satu-satunya bagi umiku dan kakak bagi adikku, aku mempunyai adik perempuan yang kata umiku mempunyai sifat berbalik 180o denganku. Wajah cantik yang dimiliki adikku tak sesuai dengan sifatnya dia adalah gadis yang tomboy tak jarang ia absent masuk sekolah, sehingga membuatnya tidak naik kelas dan tak jarang pula ia di takzir (dihukum), karena sering melanggar peraturan, itu sudah biasa baginya. Umi bingung bagaimana cara mendidik anak perempuan satu-satunya itu agar menjadi wanita yang sholihah. Setiap kata yang terucap dari bibir umi tak pernah dihiraukannya. Dia susah dinasehati, karena sifat keras kepalanya. Zanzabila umar namanya, dan dia akrab dipanggil zanza.
Setiap kali zanza akan berangkat ke pondok, umi tak pernah lupa menuturkan nasihat-nasihat kepada zanza. Meski mungkin zanza mendengarkan melalui telinga kanan dan mengeluarkan melalui telinga kiri. Akupun juga tak lupa memberikan pesan-pesan untuk adikku. Zanza selalu membasahi selalu membahsai pipinya dengan air mata ketika akan berangkat ke pondok. Aku tak mengerti apa yang membuatnya malas berangkat kepondok da malas bersekolah.
Menurut zanza memang sedikit aneh dia membenci pelajaran shorof, tapi dia begitu menyukai pelajaran nahwu. Dirapotnya pelajaran nahwu selalu mendapatkan nilai tertinggi, sedangkan terendah untuk pelajaran shorof dia mendapatkan nilai terendah padahal nahwu dan shorof adalah satu kesatuan yang tak trpisahkan, dia membenci shorof, karena pelajaranya ataukah karena gurunya aku kurang tahu itu, saat dia masuk sekolah dan ketika itu waktu pelajaran shorof yang dibimbing oleh uztadz misbahul huda , uztad yang paling muda disekolahan zanza. Ketika itu zanza disuruh kedepan untuk hafalan. Dag dig dug jantung zanza berdetak. Alkhamdulilah zanza hafal dan tidak disuruh berdiri didepan kelas sampai pelajaran usai tetapi uztadz misbah memberikan soal kepada zanza.
CERPEN ANAK SANTRI............

“zanza, tasrifkanlah lafadz وَاحَدَ kedalam bentuk istilahi dan bentuk lughowi!
“l.......i.....iya ustadz,” jawab zanza dengan jantung yang berdetak dengan kencang.
“silahkan tafsir kedalam bentuk istilahi terlebih dahulu kemudian kebentuk lughowi !!”
“waduh gimana ini? (dalam hati) iya pak...
بسم الله الرحمن الرحيم
واحد- يواحد- واحدتا- ومواحدا- فهو- مواحد- وا- لاتواحد-تواحد-مواحد
“masih salah ulangi lagi sampai benar !”
Gimana ini ?
   
واحد- يواحد-مواحدة- ووحدا-فهو- مواحد-واحد- لاتواحد- مواحد

“za, itu masih salah. Gimana kamu ini dalam bentuk istilahi ja tidak bisa, padahal pelajaranya sudah sampai bentuk lughowi. Sekarang tafsirkanlah kedalam bentuk lughowi!”
“iya ustad,
   
واحد
واحدا
واحدوا
واحدت
واحدتا
واحدن
واحدت
واحدتما
واحدتم
واحدت
واحدتما
واحدتن
واحدت
واحدنا

“ya, benar kenapa kamu tidak bisa menafsirkan dalam bentuk istilahi ? sudah lupa? Masih muda kok cepet pikun. Azkiya tafsirkan soal yang saya berikan kepada zanza kedalam bentuk istilahi!” perintah uztadz kepada azkiya.
“ azkiya lagi, azkiya lagi,” kata zanza dalam hati
“ iya uztadz
   
وَاحَدَ - يُوَاحِدُ – مُوَاحَدَةً – وَوِيْحَادًا – فهو – مُوَاحِدٌ – وذاك – مُوَاحِدٌ – وَاحِدْ – لاَتُوَاحِدْ - مُوَاحِدٌ٢

Jawab azkiya
“ shohih, zanza. Azkiya saja masih inget, kamu sudah lupa ayo ulangi!”
   
وَاحَدَ - يُوَاحِدُ – مُوَاحَدَةً – وَوِيْحَادًا – فهو – مُوَاحِدٌ – وذاك – مُوَاحِدٌ – وَاحِدْ – لاَتُوَاحِدْ – مُوَاحِد ٌ٢

“ ya kamu sekarang boleh duduk !
“huh .....Akhirnya.
Zanza merasa lega setelah dia diperbolehkan untuk duduk. Sebenarnya jika zanza mau beajar dengan sungguh-sungguh, aku yakin dia pasti bisa dan menyukai pelajaran shorof, seperti halnya dia menyukai pelajaran nahwu. Ketika sampai ditempat duduknya zanza bercerit a keada Qisty, sahabat sejatinya. Betapa panas hatinya, karena setiap pelajaran uztadz misbah dirinya selalu dibanding-bandingkan dengan azkiya. Qisty memaklumi jika hati zanza panas karena zanza benci bila dibanding-bandingkan dengan orang lain, meski dibandingkan sedikit saja, zanza berperinsip bahwa” diriku adalah diriku dandirinya adalah dirinya.
Malam harinya setelah selesai takror zanza bercerita kepada qisty bahwa hari ju’at besok dia ingin pergi ke alun-alun untuk berjalan-jalan dan zanza mengajak qisti. Tapi qisty tidak mau dan qisty pun melarang zanza. Meskipun zanza tidak suka apa yang dikatakan qisty kepadanya, tapi zanza tetap mendengarkan sahabatnya itu. Keesokan harinya ba’da sholat subuh zanza menjadi berubah pikiran, hati zanza tidak ada niat untuk jalan-jalan kealun-alun entah mengapa? Setelah zanza merapikan kamarnya hatinya tergerak untuk membaca koran setelah zanza membalik pada halaman terkhir dia menemukan sesuatu.
CERPEN ANAK SANTRI............

“Ayo kita lomba jurnalis! Apalagi bagi anda para remaja yang bercita-cita menjadi wartawan pemenang akan diambil 1,2dan 3
Syarat-syaratnya adalah:
1. Peserta mengirimkan vidio rekaman wawancara, beserta teks wawancara
2. Bertemakan tentang ” kehidupan remaja masa kini ”
3. Peserta berusia 15-18 tahun
4. Batas pengumpulan dimulai dari munculnya iklan ini
5. Pendaftaran diradio patria FM atau di studio R.TV
Bagi pemenang akan mendapatkan teropi dan tabungan pendidikan
“Jangan Sampai Ketinggalan!”

“sebenarnya aku bercita-cita menjadi wartawan, tapi aku tidak akan pernah mengikuti ajang lomba seperti ini selain itu aku juga males, he....., jadi mana mungkin aku jadi pemenang,” kata dalam hati zanza.
Zanza menyimpan koran tersebut.
Malam hari yang menjelang pagi, sekitar pukul 01,30 WIB, zanza tidak bisa tidur karena terdengar suara-suara yang tidak biasa ia dengarkan, dan tidak seperti biasanya hatinya bergerak untuk membasuh wajahnyadengan sucinya air wudhukemudian melanjutkan dengan menjalankan serangkaian ibadah kepada allah SWT pada sepertiga malam terakhir itu ketika zanza akan mengenakan mukena suara aneh itu semakin keras terdengar.
CERPEN ANAK SANTRI............
“ nak buatlah senang hati umimu, maka ikuti saja perlombaan tersebut! Sebelum kamu menyesal, karena kamu belum menyenangkan umimu.”
“iya abi....”
Abi langsung menghilang begitu saja..
Abi...abi....abi...., abi mau pergi kemana?
Zanza pun terbangun, tanpa berpikir panjang lebar dia langsung memutuskan untuk mengikuti perlombaan tersebut. Sebelum adzan subuh berkumandang dia langsung menyusun langkah-langkah dalam wawancara dan kemudian sholat subuh, ba’da sholat subuh, zanza pun langsung meminta izin kepada qisty untuk pinjam hendy ceamnya.
“hendy ceame, buat apa?
“ayolah qis! Ini penting, aku tidak menggunakannya untuk hal-hal yang aneh-aneh kok, aku janji jika sudah selesai urusanku aku akan menceritakan semua.
“ya sudah. Beneran ya! Awas kalau digunkan untuk hal-hal yang tidak baik!”
“ oke... makasih kau memang sahabat yang baik .”
Sekitar pukul 06.30 para santri berangkat sekolah bersama, zanza bersemangat untuk bersekolah sebenarnya zanza ingin langsung bolos sekolah dan langsung pergi ketaman kota untuk mencari bahan beritanya. Namun, karena pelajaran ke-1 dan ke-2 adalah pelajaran nahwu, jadi ia tidak langsung bolos. Ketika bel berbunyi, yang menandakan jam KBM sudah dimulai semua siswi masuk kekelas dan sebelum pelajaran mereka berdo’a bersama. Beberapa saat kemudian guru nahwu masuk kelas. Zanza dan teman-temanya terkejut, karena yang masuk kelas bukan uztadz hadi tapi sosok uztadz yang belum mereka lihat sebelumnya mata siswi tertuju pada uztadz muda itu termasuk zanza.
“assalamu’alaikum.....”
“wa’alaikumussalam warohmatullah ...”
“uztadz, uztadz hadi kenapa tidak hadir?” teriakan para siswa
“ iya untuk tiga minggu kedepan saya yang akan membimbing kalian , karena uztadz hadi ditugaskan keluar kota. Baik, sebelum pelajaran, saya akan memperkenalkan diri. Perkenalkan nama saya ahmad miftahul aziz, saya biasa dipanggil aziz.
“uztadz, uztadz kok mirip dengan uztadz hadi?” Tanya fahsya
“ iya, karena saya adalah adik kandung uztadz hadi, o….ya sudah waktunya membahas bab pa?”
“bab mansyubatil asma”,” jawab para siswi ketika uztadz aziz meminjam kitab zanza jantung zanza berdebatak semakin kencang . apakah mungkin ini perasaan yang dirasakan oleh umumnya anak remaja yang sedang jatuh cinta? Ah…. Tak mungkin uztadz aziz mempunyai perasaan yng sama dengan zanz. Uztadzz aziz menerangkan tentang bab mansyubatil asma’ (isi-isim yang dibaca nasob) dengan sem,angat’ 45, zanza memperhatikan keterangan-keterangan yang disampaikan uztadz aziz, setelah pelajaran usai. Uztadz aziz pun mengembalikan kitab zanza..
“terimakasih ya? Nama kamu siapa?”
“i….ii…iya uztadz, na…na…nama saya zanzabila umar”
“o..nama bagus apakah nama umar itu diambil dari nama abimu?”
“iya uztadz.”
“terimakasih kitabnya.”
“sa…sa..sama Uztadz.”
Zanza menjawab dengan terbata-bata.
Setelah sekiranya uztadz aziz tidak terlihat zanzapun mengangkat ranselnya dan dia akan bolos sekolah untukmencari bahan berita. Zanzaminta pada qiaty agar qisty jangan bilang kepada siapapun kalau dirinya bolos sekolah. Awalnya qisty tidak mau, tapi zanza terus memaksa. Sebenarnya sudah berkali-kali pula qisty melarang zanza tetap keras kepal.
Dengan sembunyi-sembunyi dan berhati-hati, zanza pun berusaha untuk kabur dan meloncati pagar belakang sekolah. Dirasa keadaanya sudah aman, ia mencari tempat yang aman untuk ganti baju, ketika sesampai ditaman kota, ia merasa senang karena disana banyak sekali objek bagus digunkan untuk berita, tanpa berpikir panjang lebar, zanza pun langsung mengambil gambarbagus. Bukan bunga yang bermekaran yang diambil gambarnya, tapi gambar anak-anak remaja yang masih menggunakan seragam sekolah sedang berpacaran di taman itu, ada juga yang nongkrong-nongkrong,, ini adalah bahan yang bagus untuk dijadikan berita, setelah mengambil gambar-gambar, zanza mencari satpam taman tersebut zanza berkeliling-keliling mencari pak satpam, tapi karena belum juga menemukannya, akhirnya zanza memutuskan untuk menunggu dipos satpam saja, waktu hamper menunjukkan untuk memasuki sholat dhuhur, tapi pak satpam tak kunjung datang, tak lama kemudian pak satpam pun datan, zanza lega, jadi dia bisa segera mewanwancarainya dan bisa langsung cepat kembali kepondo. Tapi pak satpam tidak bisa diwawancarai saat itu, bisanya setelah selesai sholat dhuhur, akhirnya dengan berat hati zanzapergi mencari masjid atau mushola untuk melaksanakan sholat dhuhur dan untuk istirahat sejenak, setelah menemukan masjid, ia pun istirahat sebentar dan menunggu waktu sholat dhuhur, ketika waktu sudah menunjukkan untuk sholat dhuhur, dia pun langsung megambil air wudhu dan kemudian langsung sholat. Sholat pun selesai dia bergagas untuk menemui satpam itu kembali, sebenarnya saat itu perutnya sedang dangdutan, tapi mau gimna lagi?
CERPEN ANAK SANTRI............
“Assalamualaikum pak”
“waalaikumussalam Warohmatullah.”
“pak, saya berkunjung ketaman ini, karena saya ingin mewancarai anda dan mencari gambar yang sesuai dengan topik saya, saya akan mewawancarai anda tentang anak-anak remaja yang berkunjung ketaman ini langsung saja ya pak?”
“o..ya, silahkan!”
Zanza menanyalakan hendy ceamenya smbil melakukan wawancara.
“siapakah pak, deikalangan anak remaja kuliahan ataukah anak SMA yang banyak atau sering dirumah?”
“yang paling banyak itu, anak SMA”
“kapan waktu yang paling banyak pengunjung remaja yag sedang memadu kasih?
“ya.., saat hariminggu atau akhir pekan.”
“apakh sering terjadi hal-hal yang menyimpang norma misalnya seperti ….ehm…maaf pak sebelumnya, ya seperti ciuman gitu.”
“iya dek, itu sering terjadi, tapi kita sering tidak mengetahuinya. Sebenarnya kita bukan hanya sekedar mengingatkantapi juga menindak lanjuti tapi….memang anak remaja zaman sekarang susah-susah diatur mereka menirukan budaya barat yang yang sebenarnya tak patut ditiru.”
“bagaimana caranya agar hal tersebut tidak meraja lela?”
“ya …… sekarang kita rutin untuk melakukan patrol setiap hari.”
“baiklah pak, terimakasih anda telah meluangkan waktu anda untuk saya wawancarai.”
“ya sama-sama, semoga sukses!”
“aminen, saya permici dulu ya pak? Assalamuy’alaikum.”
“wa’alaikum salam.”
Zanza pun bergagas untuk kembali kepondok zanza bingung mau masuk lewat mana, lewat belakang ataukah lewat depan. Tapi, karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk lewat kebelakang, akhirnya diam,diam zanza masuk memasuki pondok melalui pintu depan. Tetapi, ketika melewati kantor pengurus, zanza di sambut oleh mbak fadhila (ketua pengurus Pondok) dan mbak zidny (sesi keamanan)
CERPEN ANAK SANTRI............
“zanza darimana kamu jamsegini baru kembali?” Tanya mbak fadila dengan wajah menyeramkan
“A….a…..anu mbak.
“anu-anu sekarang juga masuk kekantor pengurus!”
“tapi mbak, saya capek dan belum sholat ashar .”
“heleh….jangan banyak alas an!”
Didalam kantor suasana tegang.
“kamu tahu apa tidak, apa yang telah kamu lakukan ini adalah pelanggaran yang berat? Kamu pergi tanpa izin? Ayo jujur!” tegas mbak zindy
“e…e…e….”
“breek…(meja dipukul) ayo jawab jujur!”
Bentak mbak zidny.
“e….maaf mbak, saya pergi untuk mengerjakan tuga mencari bahan berita.”
“tugas kamu bilang? Tidak usah bohong! Kita semua sudah tahu sifat kamu.. kamu memang taka da kapok-kapoknya ya? Padahal sudah berkali-kali ditakzir. Sekarang tulis surat peryataan disini (memberi kertas) bahwa kamu telah melanggar peraturan pondok roudhotul ulum pasal 1A ayat 2 yaitu pergi keluar lingkungan pondok tanpa izin, tanpa sepengetahuan, dan kembali kepondok melampoi batas waktu yang ditentukan,” suruh mbak zidny.
“iya mbak.”
“o…ya kamu tentunya taukan sansinya, bahwa kamu harus di takzir didepan para santri, dicukur rambutmu hingga gunduldan wali kamu akan diberikan surat keterangan. Sekarang cepat kembali kekamar dan buat surat peryataan, lalu lansung setorkan kesaya atau mbak fadhila.”
Zanza pun lemas tak berdaya, dia masuk kekamar, ba’da sholat ashar, dia langsung membuat surat peryataan tersebut dan dan langsung menyetorkanya pada mbak zidny setelah itu qisty minta maaf pada zanza.
“za, maafkan aku ya? Kamu jangan membenciku! Aku yang memberitahukan kemereka bahwa kamu bolos karena aku tadi ditanya dan didesak, aku pun takut, jadi aku jawab.”
“o….jadi kamu? Ndak papa, dan aku tak membencimu. Qis, aku besok sore ditakzir, aku akan digundul.”
Qisty tidak tega melihat sahabtnya harus digundul, lalu qisti menagih janji zanza kepadanya.
“za mana janjimu?”
“ya aku akan menceritakanya. Begini, aku ingin mengikuti lomba jurnalis dan aku pergi etaman kota, untuk mencari bahan berita yang menarik .”
“o…jadi begit, tapi kan juga tidak harusbolosdan tidak izin lain kali cari juga waktu yang tepat.”
“aku itu, ingin cepat menyelesaikanya.”
Detik-detik di takzir. Semua santri pun berkumpul untuk melihat proses penakziran zanza. Zanza dipampang ditengah-tengah halaman. Surat peryataan mulai dibacakan mbak fadhila.
“assalamualaikum Wr,Wb. Santri pondok pesantren roudhotul ulum, yang bernama zanzabila umar, telah melanggar peraturan pondok pasal 1A ayat 2, yaitu pergi keluar lingkungan pondok tanpa izin, tanpa sepengetahuan dan kembali kepondok hingga melampoi batas waktu yang ditentukan. Wassalamu’alaikum wr.wb.”
Setelah pembacaan peryataan tersebut, mulailah proses penggundulan. Helai demi helai rambut zanza dicukur semua santri tidak tega melihatnya. Penuh rasa pasrah zanza menerima takziran itu. Meski dia telah gundul, dia tetap percaya diri, karena kepalanya kan selalu ditutupi kerudung. Zanza merasakan rasa yang berbeda di kepalanya.
Setelah surat keterangan diberikan kepadaku dan setelah aku membacanya, aku pun langsung pergi menyambangi adikku. Aku ingin beritanya lebih lanjut, apa yang sedang menimpanya kanapa bisa begini, karena tidak seperti biasanya, dia menelponku dan bercerita kepadaku. Ketika aku sampai di pondokknya, aku pun terkejut, wajah adikku yang selalu ceria kini menjadi seperti orang yang tak berdaya. Aku menyuruh zanza untuk menceritakan semuanya
“Mas, aku kemarin waktu baca-baca Koran, menemukan seputar iklan tentang perlombaan jurnalis, mas tentunya tahukan kalau Zanza bercita-cita menjadi wartawan. Awalnya aku malas mengikuti perlombaan itu, tapi malamnya aku bermimpi bertemu abi, dan di mimpiku abi berkata “Nak, buatlah senang hati umimu, maka ikuti saja perlombaan tersebut! Sebelum kamu menyesal, karena kamu belum menyenangkan umimu.” Aneh kan mas ? aku bingung mas dengan perkataan terakhir abi, lalu tanpa aku berfikir panjang X lebar X tinggi = volum, aku memutuskan untuk mengikuti perlombaan tersebut. Setelah pelajaran Nahwu aku bolos. Aku pergi ke taman kota untuk mencari bahan berita, aku kembali ke pondok sudah sore, aku kembali terlambat, ya…..jadi begini deh aku sekarang.”
“Za, niatmu sudah baik, tapu seharusnya kamu mencari waktu yang tepat dan jangan lupa izin dulu !”
“Na’am, yaa….akhiy,”
“Eh Mas, tadi yang mengajar Nahwu bukan Pak Hadi, tapi adiknya Pak Hadi yang lulusan Syiria, dia tampan mas, he….he….he…..”
“Wo…kamu ini, ternyata adikku sudah besar, tapi kamu kan masih baru lahir kemarin, masa depanmu masih jauh, jadi jangan bertingkah aneh-aneh!”
“Iya… iya… aku kan hanya menilainya saja. O ya mas, aku titip, kumpulkan dan daftarkan Zanza di radio Patria FM atau di studio R. TV ! disini ada video rekaman dan teks wawancara.”
“Baik, mas akan daftarkan kamu.”
Sesampainya aku di rumah, umi menanyaiku tentang kabar Zanza dengan tetesan air mata. Ternyata ibu sudah membaca surat keterangan itu, aku tidak berniat memperlihatkan itu pada umi, tapi umi menemukan surat keterangan itu saat umi membereskan rumah, ini memang salahku. Kenapa aku tidak menyimpannya di tempat yang lebih aman. Umi sangat sedih dan pada malam harinyasuhu tubuh umi tinggi, Aku taku kalau penyakit umi kambuh. Aku tidak akan memberitahu keadaan umi terlebih dulu kepada Zanza, karena aku khwatir Zanza akan banyak pikiran, dia perlu menenangkan pikirannya dulu setelah mendapatkan takziran itu.
Tepat saat pengumuman pemenang, penyakit jantung umi kambuh. Karena aku dalam keadaan bingung, jadi aku belum belum sempat menelpon Zanza untuk menanyakan bagaimana hasilnya. Aku lebih dulu mengantarkan ibu ke RSUD, karena nyawa ibu adalah nomor satu. Saat itu perasaan Zanza tidak enak, karena malamnya dia bermimpi lagi bertemu abi, dan abi mengatakan “Nak, abi akan mengajak umimu.” Taka lam kemudian ada panggilan untuk Zanza.
“Panggilan kepada Zanzabila ditunggu kedatangannya di ruang tamu
“siapa yang menyambangku?”
Dengan jantung yang berdetak semakin kencang zanzapun menuju ruang tamu.
“assalamualaikum.”
Wa’alaikumussalam.”
“uztadz aziz ada apa anda mencari saya? Apa saya telah mendapatkan masalah?”
“tidak, za, selamat kamu mendapatkan juara satu dan ini saat pengumumanya, untuk hadiahnya bisa diambil sekarang di studio R.TV.”
“anda tidak bercanda kan uztadz?”
“tidak.”
“alhamdulilah aku akan berikan kejutan buat umi terimakasih uztadz. Uztadz bolehkah saya meminjam ponsel anda untuk mengabari kakak saya?”
“ya, tentu.”
Zanza langsung meneleponku, dia menelponku dengan hati yang begitu berbunga-bunga, akupun senang ketika mendengarnya, tapi dengan tidak tega dan terpaksa akupun harus memberitahukan zanza, bahwa umi sedang koma, zanza zanza terkejut dan sedih ketika mendengar itu, perasaan senang dalam sekejap, lalu zanza menyuruhku untuk langsung menjemputnya, zanza terus meneteskan air mata ia tidak bisa membendung air matanya, sebelum menuju RSUD ia mengajakku kestudio R.TV untuk mengambil hadiahnya, karena ia ingin memberikan kejutan kepada umi, sesampainya di RSUD zanza bergegas menuju ruangan umi.
“Umi....Umi.....Umi....sadarlah umi! Lihat umi zanza punya sesuatu buat umi . umi sadarlah.....! umi ........ zanza membawa kemenangan dari lomba jurnalis dan ini hasil usaha zanza umi.....
Tetesan air mata zanza mengenai pipi umi. Dan tiba-tiba dengan perlahan umi menggerakkan tangannya dan dengan perlahan umi memegang zanza.
“a....a......anakku, umi senang mendengarnya, kembangkan bakatmu dan capailah cita-citamu umi mendukung dan selalu mendo’akanmu.
“umi........mas azka. Umi sadar”
“umi, alkhamdullilah umi sadar.”
Kitapun menjadi lega umi sudah sadar, tapi kemudian umi mengucapkan lafadz “ لااله الاالله “ dengan terbata-bata dan umi menghembuskan nafas terakhirnya. Innalillahi wa innaillahi rojiun. Apakah ini arti dari mimpi zanza bertemu dengan abi?
“umi......umi.....jangan tinggalkan zanza dan mas azka! Zanza ingin membahagiakan umi, umi.... maafkan zanza,” tangisan zanza.
Sekarang kita berbalut kesedihan, karena keduao orang tua kita sudah kembali ke Rahmatulloh. Kita akan berusaha menerima dengan iklas dan kita selalu berdo’a agar semua amal mereka diteriama disisi allah SWT, amin......
CERPEN ANAK SANTRI............
TAMAT

0 comments:

Post a Comment